Tips Cara Obati Rematik

Rematik adalah penyakit yang biasanya datang untuk menyerang segala usia, baik tua ataupun muda dengan gejala awal nyeri-nyeri yang terasa pada tulang.

Banyak mitos dan fakta yang beredar di masyarakat dan banyak pula pengobatan yang tradisional dan modern untuk menangani penyakit ini. Dr Bernard Lee, Direktur Interventional Pain Management Services, Singapore Pain Care Center, menjelaskan beberapa pengobatan rematik tersebut.

Sejumlah besar obat herbal tradisional disarankan untuk “rematik”. Obat modern, baik konvensional maupun komplementer menyadari bahwa gangguan rematik yang berbeda memiliki penyebab yang berbeda pula (dan beberapa dari mereka bahkan mempunyai penyebab lebih dari satu) serta memerlukan berbagai jenis pengobatan.

Namun demikian, terapi awal dari penyakit rheumatologikal utama adalah dengan analgesik seperti parasetamol dan beberapa tipe obat non steroid anti-inflamasi (NSAID) yang meliputi ibuprofen, synflex dan diklofenak. Seringkali, analgesik kuat diperlukan.

Biasanya, banyak pasien dengan varian rematik tidak akan merespon dengan baik untuk obat penghilang rasa sakit standar dan analgesia. Mereka mungkin memerlukan perawatan pada fibromyalgia. Penggunaan obat yang sangat khusus ini seperti anti-konvulsan, anti-depresan dan relaksan otot telah memiliki peran cukup unik dalam pengobatan tipe nyeri ini.

Tentunya, penting untuk mengingat hal-hal sebagai berikut: Meskipun baik untuk membuat tubuh terasa hangat dan kering, beberapa pasien rematik akan memerlukan perawatan yang sama seperti untuk FMS. NSAID standar dan penghilang nyeri memang bermanfaat, tetapi rasa sakitnya bisa kambuh dan akhirnya akan membutuhkan analgesik kuat.

Olahraga bermanfaat untuk rematik non artikular. Hal ini biasanya sangat sulit untuk meminta pasien olahraga karena sakit untuk menggerakkan otot dan sendi. Meski demikian, olahraga dapat mempercepat perbaikan kondisi serta mengurangi rasa sakit. [berbagai sumber]