Ormas Islam Rusak Patung Wayang di Purwakarta

Tindakan perusakan patung wayang oleh sejumlah Ormas Islam di Purwakarta disesalkan kalangan seniman khususnya para dalang dan masyarakat pecinta budaya wayang.

Menurut Ketua Persatuan Pedalangan Indonesia (Pepadi) DKI Jakarta, Rohmad Hadiwijoyo, wayang merupakan gambaran keadaan kehidupan yang memiliki relevansi yang kuat dengan dunia kita.

Melalui wayang dapat dipetik pelajaran dan memungut hikmah dari kisah-kisah pewayangan melalui tokoh-tokoh wayang tersebut.

“Kearifan budaya lokal, seperti wayang sesungguhnya mengandung filosofi yang sangat tinggi dan mendalam mengenai makna hidup dan ini pun diajarkan dalam agama,” ujar Rohmad Hadiwijoyo dalam keterangan persnya kepada okezone, Senin (19/9/2011).

Pria yang berprofesi sebagai dalang itu, mengaku merasa prihatin atas kejadian tersebut. Perbedaaan budaya dan agama hendaknya dapat diselesaikan dengan komunikasi.

“Budaya dan agama seharusnya bisa saling mengisi dan perlu adanya dialog antar lintas agama dan budaya sehingga kejadian seperti ini tidak terulang kembali,” jelasnya.

Sebelumnya, Minggu (18/9), aksi perobohan dan pembakaran empat dari sembilan patung yang terletak di sejumlah sudut Kota Purwakarta. Aksi ini dilakukan ribuan massa seusai menghadiri acara halal bihalal.

Dalam aksinya itu mereka merobohkan dan membakar patung Gatotkaca di pertigaan Comro, patung Semar di pertigaan Bunder, patung Bima di pertigaan Ciwareng, dan patung Selamat Datang di perempatan Jalan Martadinata.