Kasus Perkosaan Makin Marak dari Balita Sampai Manula

Tindakan pemerkosaan bukan hanya disebabkan dari faktor korban yang mengenakan pakaian serba mini. Namun juga adanya agresivitas untuk menguasai orang lain.

“Korbannya tidak betul jika hanya pada usia muda tapi dari balita sampai nenek-nenek bisa jadi korban,” kata pisikolog Universitas Padjajaran (Unpad), Bandung, Tedi Hidayat saat dihubungi okezone, Senin (19/9/2011) malam.

Tedi menambahkan, bahkan tidak sedikit gelandangan yang menjadi korban. Alasan pelaku cukup beragam, salah satunya akibat menonton film porno dan cenderung pelakunya orang yang dikenal.

“Bukan hanya alasan pakaian, ada juga menonton blue film. Yang punya keterbelakangan metal saja diperkosa apalagi yang cantik. Pasien di rumah sakit jiwa, gelandangan, pernah juga menjadi korban,” tambahnya.

Maraknya tindakan pemerkosaan di ruang publik, menurut Tedi, karena pelaku merasa memiliki kesempatan untuk menguasai korbannya. Saat ada kesempatan disitu dia melakukannya.

“Kalau soal tempat di mana ada kesempatan dia lakukan,” tandasnya.