Nazaruddin Tampil di TV Swasta

Dari tempat persembunyiannya, mantan Bendahara Umum Partai Demokrat Muhammad Nazaruddin menepati janji untuk membuka aib partai dan koleganya apabila dikorbankan.

Serangan demi serangan pun dilancarkan Nazaruddin kepada para koleganya di DPR dan Partai Demokrat. Bahkan tanpa sungkan dia juga menuding pimpinan KPK ikut merekayasa kasusnya.

Tudingan disampaikan lewat fasilitas BlackBerry Messenger dan sambungan telepon ke sejumlah media. Perkembangan terbaru, suara Nazaruddin muncul di dua televisi nasional swasta.

Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Ramadhan Pohan mengatakan metode serangan yang dilakukan Nazaruddin mirip dengan teknik mantan pimpinan Al Qaeda, Osama bin Laden. “Bedanya, kalau Osama pernyataannya adalah politik perang, kalau Nazaruddin masalah korupsi,” ujarnya kepada okezone di Jakarta, Rabu (20/7/2011).

Ditegaskan, ucapan Nazaruddin tidak boleh dipercaya seratus persen. Sebab sangat mungkin motifnya hanya karena kecewa dan sakit hari.

“Nyanyian Nazaruddin yang ditelevisi sama dengan yang dia lakukan di BBM, ini hanya sebuah cerita sebatas tudingan dan tidak lebih dari itu dan tidak bisa dijadikan fakta hukum,” ujar Ramadhan.

Dia menegaskan secara teknis polisi dan KPK sudah dapat melacak posisi mantan Bendahara Umum Partai Demokrat itu. Namun untuk menangkap dan membawanya pulang ke Indonesia tak semudah membalik telapak tangan.

“Soal teknis bisa melacak Nazaruddin itu tugasnya KPK dan polisi, untuk melacak narkoba saja bisa. Masalahnya inikan orang kaya, susah untuk ditangkap, seperti halnya Osama, sepuluh tahun baru bisa ditangkap,” tandasnya.

Secara mengejutkan suara Nazaruddin muncul ditelevisi. Dalam kesempatan tersebut dia menuding ada oknum pejabat KPK yang merekayasa kasusnya. Sebagai imbalannya, mereka akan mendapatkan dukungan politik untuk dapat melenggang menjadi pimpinan KPK.

Nazaruddin secara detail juga mengungkapkan siapa saja yang terlibat dalam korupsi pembangunan wisma atlet SEA Games. Begitu pula dengan aliran dana hasil korupsinya. Dalam kesempatan terpisah para pihak yang dituding Nazaruddin telah menyatakan bantahannya.