Laris, VCD/DVD Harry Potter and the Deathly Hallow Part 2 Indonesia

JAKARTA- Harry Potter and the Deathly Hallow Part 2 dan Transformers: Dark of The Moon ternyata sudah ‘diputar’ di Glodok. Meskipun gambarnya tidak terlalu bagus, tapi tetap saja banyak yang memburunya.

Film Harry Potter dan Transformers yang baru memang paling laku walau gambarnya enggak terlalu bersih,” ungkap Yeyen, penjual VCD bajakan di Glodok, kepada Okezone.

Dalam pantauan okezone, hampir seluruh lapak yang menjual kedua film tersebut selalu dihampiri para pembeli. Sekalipun kedua film tersebut laris manis, Yeyen tetap menjualnya Rp5,000 sama seperti harga VCD bajakan lainnya.

“Biar film baru dan banyak yang beli, gue jual harganya sama dengan DVD lain. Yang penting dagangan gue laku,” katanya

Dalam pantauan Okezone, hampir seluruh pedagang menjadikan VCD bajakan kedua film ini di depan lapak mereka. Tak sulit mencarinya, setibanya di kawasan penjualan VCD bajakan ini, Anda langsung mendengar teriakan para pedagang. “Harry Potter, baru, baru lima ribu!” teriak pedagang.

Sebelumnya film Hollywood tidak bisa masuk ke Indonesia, karena importir film memboikot lantaran mahalnya pajak film asing. Hal ini dilakukan dengan tujuan mendukung film nasional.

Setelah masyarakat protes melalui dunia maya, Kemenbudpar dan Kemenkeu mencari solusi hingga akhirnya terbitlah Permenkeu No 102/PMK.011/2011. Intinya, Permen ini hanya mengenakan Pajak Pertambahan Nilai Rp12.000.000 percopy Film Cerita Impor dan tidak mengenakan pajak royalty.

Pemerintah juga melarang seluruh importir film asing yang menunggak biaya royalty sebesar Rp30 miliar. Kemudian, enam perusahaan mendaftar untuk menjadi importir dan hanya PT Omega Film yang diijinkan. Tapi, Omega juga sempat di-suspend karena memiliki alamat yang sama dengan empat perusahaan lain yang mendaftar.

Hingga kini, kedua film baru itu belum pasti akan ditayangkan di bioskop-bioskop Tanah Air.(uky)