Berita Nazaruddin & Ade Rahardja Bertemu

Kronologi Pertemuan Nazaruddin-Ade Rahardja Deputi Penindakan Komisi Pemberantasan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Ade Raharja akhirnya berbicara mengenai pertemuannya dengan mantan Bendahara Umum Partai Demokrat, M. Nazarudin. Soal pertemuan itu sudah disampaikan Nazaruddin kepada wartawan semenjak beberapa waktu lalu.

Jenderal bintang dua polisi ini menceritakan kronologis pertemuannya yang terjadi di sebuah rumah makan Jepang di kawasan Casablanca, Jakarta Selatan.

Ade menjelaskan bahwa pertemuan yang terjadi sekitar bulan Januari 2010 itu terjadi atas rencanan dan undangan Nazarudin melalui pesan singkat. Dalam pesan tersebut politisi Senayan itu mengatakan akan ada anggota komisi III yang ingin bersilaturahmi.

Mendapat undangan seperti itu, “Saya lapor ke pak Chandra ada pimpinan yang mau silaturahmi ke saya,” kata Ade Raharja saat ditemui di kantor KPK, Jakarta, Kamis 28 Juli 2011.

Ade melanjutkan bahwa untuk menjaga agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan ia mengajak Kepala Biro Humas KPK, Johan Budi. Menurutnya ia mengajak Johan karena memang pada saat itu yang ada di kantor KPK hanya Johan.

Ade juga membeberkan apa yang terjadi dalam pertemuan itu. “Pertamanya kenalan, ngobrol-ngobrol. Setelah itu dia menyinggung masalah-masalah yang berkaitan dengan penyidikan Syafii Ahmad mantan sekjen Depkes. Saya jawab itu gak bisa. Semua sudah dalam tahapan dan nggak bisa dintervensi,” terangnya.

Kemudian lanjut Ade, setelah pertemuan tersebut Nazarudin kembali menghubunginya. Dengan dalih akan mengajak berhalal-bihalal setelah hari raya Idul Fitri.

Pertemuan itu sendiri terjadi sekitar bulan November 2010. Sama dengan pertemuan sebelumnya, ia pun menyampaikan kepada atasannya Wakil Ketua Bidang Penindakan, Chandra M. Hamzah Deputi Penindakan kalau akan menghadiri pertemuan itu dengan mengajak seorang penyidik bernama Rony Samtana.

“Setelah ketemu ngobrol-ngobrol kemudian dia menyinggung bahwa penyelidikan yang dilakukan penyidik kurang sopan. Aprizal kurang sopan. Dia mengadu mencari-cari alasan, padahal kasusnya adalah pengadaan normal biasa. Saya bilang kalau ada hal-hal seperti itu dilaporkan secara tertulis saja,” terang Ade.

Ade mengungkapkan setelah mengadukan kelakuan anak buah Ade di KPK itu, Nazarudin juga sempat menyinggung penyelidikan kasus solar home system yang saat ini telah menetapkan Pejabat pembuat komitmen di Ditjen Pembinaan Pengambangan Masyarakat dan Kawasan Transmigrasi (P2MKT) Timas Ginting sebagai tersangka.

Ade mengatakan setelah dua kali pertemuan tersebut, ia tidak pernah melakukan pertemuan lagi dengan Nazarudin. Ade pun menegaskan kepada anak buahnya untuk tetap melakukan penyelidikan.

“Saya sampaikan ke penyelidik untuk tetap melakukan penyelidikan dengan baik untuk tidak melakukan intervensi. Jadi yang diminta Nazarudin tidak terkabulkan. Kita tetep melakukan sesuai alat bukti yang ada dan tidak terpengaruh keinginan pihak lain,” tandasnya.