FOTO Lintah Serang Warga Demak

Serbuan lintah laut setidaknya sudah menyerang permukiman warga di lima desa di Kabupaten Demak, Jawa Tengah. Jumlah lintah meningkat pesat dalam sepekan terakhir.

Meski pihak Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Demak menyatakan lintah tidak menghisap darah manusia, namun warga merasa jijik dan takut karena lendir hewan melata itu bisa menimbulkan gatal dan penyakit kulit.

Pantauan di Desa Timbulsloko, Jumat (10/6/2011) pagi, binatang mollusca itu memenuhi tambak atau lokasi lain yang digenangi air. Bahkan halaman dan dinding rumah warga tidak luput dihinggapi lintah.

Seorang warga Desa Timbulsloko, Badriah, mengungkapkan lendir lintah dikhawatirkan mengandung racun. Pasalnya tidak satu pun hewan peliharaan warga termasuk unggas yang tertartik memakan binatang ini.

Lintah yang terbawa banjir rob sepekan lalu, kini diperkirakan sudah berjumlah jutaan ekor. Padahal awalnya hanya ribuan saja.

Perkembangbiakan lintah berlangsung cepat, setiap kali bereproduksi lintah mampu menghasilkan 2 juta telur. Dari jumlah itu, sekira 10 persen atau 200 ribu berhasil menetas.

Lintah bereproduksi setiap 3 bulan sekali dan waktu yang dibutuhkan telur hingga menetas hanya 7 hingga 10 hari saja. Hal ini yang menyebabkan jumlah lintah terus bertambah berkali-kali lipat.

Kepala Bidang Kelautan DKP Demak Heru Budiyono mengatakan perkampungan warga yang tergenang rob kini menjadi habitat baru yang nyaman bagi lintah.

Heru mengatakan, serangan lintah kini meluas hingga beberapa wilayah yakni Desa Timbulsloko, Bedono, Sidogemah, Sriwulan, Surodadi dan beberapa desa di daerah pesisir lainnya.