Tuntutan di Peringatan Hari Buruh

Memperingati hari buruh internasional besok, (Minggu 1/52011), ribuan buruh akan menggelar aksi unjuk rasa. Salah satunya, aksi di bawah koordinasi Serikat Pekerja BUMN Bersatu.

Dalam aksinya yang akan digelar besok, Serikat Pekerja BUMN ini memiliki tuntutan- tuntutan kepada pemerintah untuk memperbaiki nasib buruh di Indonesia yang dirasa masih jauh dari kesejahteraan.

“Kami meminta supaya pemerintah, yaitu Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk menjalankan konstitusi,” ujar Ketua Presidium Serikat Pekerja BUMN Bersatu Arief Poyuono kepada INILAH.COM, Jakarta, Sabtu (30/4/2011).

Mereka meminta pemerintah untuk merealisasikan dan menjalankan Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN) sesuai dengan amanat UUD 1945 dan bagi rakyat miskin jaminan sosialnya dibayarkan oleh pemerintah.

Mereka juga meminta kepada pemerintah untuk tidak menjual aset-aset Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan menghentikan BUMN dijadikan sapi perahan. Pemerintah juga diminta menghentikan pengiriman Tenaga Kerja Indonesia (TKI) ke luar negeri karena pemerintah gagal melindungi warga negaranya di luar negeri.

“Kami juga meminta supaya UU no 13 (UU No 13 tahun 2003 tentang ketenagakerjaan) direvisi terutama mengenai sistem outsourcing. Karena ini sangat merugikan pekerja,” kata dia.

Arief mengatakan, selama ini Upah Minimum Regional (UMR) tenaga kerja selalu kecil. Pendapatan orang Indonesia pun, kata dia habis dibelanjakan untuk makanan dan minuman hampir 43 persen. “Lalu bagaimana dengan keperluan anak sekolah, kesehatan. Ini seperti anak buruh dilarang untuk pintar,” tandasnya.