Tips Cara Polisi Cegah Penyebaran NII

Ilustrasi hipnotis (hubpages.com) Agar tidak terus merebak dan menyeret banyak korban terkait kasus cuci otak yang dituding hasil kerja Negara Islam Indonesia (NII), Kepala Bidang (Kabid) Humas Polda Jawa Timur Kombes Pol Rahmat Mulyana mengoptimalkan kembali sejumlah fungsi polisi.

“Petunjuk kepada semua jajaran sudah diberikan. Di antaranya meningkatkan kembali kegiatan para Babinsa Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Babinkamtibmas) untuk memberikan penyuluhan dan kawasan ke masyarakat binaannya,” kata Kombes Pol Rahmat Mulyana kepada VIVAnews.com, Kamis 21 April 2011.

Ditambahkan, guna mengantisipasi dan mencegah bentuk perekrutan berkedok keyakinan terhadap agama, Kombes Rahmat menegaskan, masyarakat punya tanggung jawab terhadap keamanan dirinya sendiri. “Selain itu, kita terus mengimbau kepada masyarakat untuk lebih waspada jika bertemu orang yang baru dikenal,” lanjutnya.

Pihaknya menyimpulkan kasus yang menimpa mahasiswa di Malang, Jawa Timur bukan pencucian otak yang diduga dilakukan kelompok NII. Sementara guna kepentingan pemeriksaan, penyidik polisi juga menggandeng para ahli psikologi dari Universitas Brawijaya (Unibraw) Malang. “Sejumlah korban sudah dimintai keterangan. Satu korban perempuan yang belum,” tuturnya.

Kabar terakhir, dari sejumlah mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yang diduga menjadi korban cuci otak untuk meyakini keberadaan NII, ada dua nama hingga saat ini belum diketahui keberadaannya. Yakni, bernama Agung Arief Perdana Putra (18) dan Mahatir Rizki (19), Satu korban lainnya juga belum diketahui.