Seorang BLOGGER Digugat Menteri Malaysia

Menteri Malaysia, Rais Yatim (VIVAnews/Tri Saputro) Menteri Penerangan, Komunikasi, dan Kebudayaan Malaysia, Rais Yatim, menggugat seorang blogger Malaysia Abdul Mutalib Mohamed Daud ke pengadilan dalam kasus pencemaran nama. Oleh Mutalib, Rais disebutkan pernah memperkosa bekas pembantunya asal Indonesia di blog Sabahkini.net.

Dalam sesi hearing Senin kemarin, hakim pengadilan tinggi Amelia Tee Hong Geok Abdullah menetapkan sidang perkara akan digelar 6 Mei nanti. “Tergugat memiliki hak 20 hari mengajukan pembelaan,” kata pengacara Rais, Norhani Nordin, seperti dimuat The Star, Selasa, 19 April 2011.

Menurut pihak Rais, Abdul Mutalib telah mempublikasikan empat berita fitnah beserta foto yang dimuat pada 1, 3, 5, dan 7 Januari, di laman Sabahkini.net. Artikel-artikel itu berjudul ‘Pak Lah halalkan rogol, UMNO halalkan zina?,’ ‘PKR cabar Rais sumpah laknat,’ ‘Rais Yatim seperti belut bodoh,’ dan ‘Video pengakuan rakan Robe Ngah.’

Kata Rais, isi artikel itu sangat berbahaya, menuduh dirinya melakukan zina dan amoral. Dalam gugatannya, Rais mengatakan artikel di Sabahkini.net juga menyebutkan dia mampu menjadikan mantan Perdana Menteri Abdullah Badawi menjadi ‘kaki tangan’ menutupi perilaku bejatnya itu.

Dalam gugatan diajukan 10 Februari 2011 itu, Rais mengatakan gara-gara artikel itu, dia dijerumuskan dalam skandal publik, aib, dan penghinaan. Ia juga menderita malu luar biasa, tekanan batin, dan kerugian. Rais meminta hakim memaksa tergugat menghapus artikel fitnah itu dari situs http://sabahkini.net/v1.

Kasus ini bermula dari bocoran dokumen investigasi Migrant Care, lembaga pembela hak-hak buruh migran Indonesia. Organisasi ini membeberkan hasil investigasi kasus perkosaan yang diduga dilakukan seorang menteri Malaysia atas seorang TKW Indonesia, berinisial Rb, pada 2007 lalu.

Kasus itu menjadi ramai setelah salah satu situs berita Malaysia, Harakah Daily, melansir bocoran dokumen itu dari WikiLeaks. WikiLeaks dikabarkan mengacu pada blog Ahirudin Attan alias Rocky Bru, blogger Malaysia yang juga mantan Pemimpin Redaksi The Malaysia Mail.

Nama Menteri Rais Yatim disebut-sebut di sejumlah blog, dan laman berita alternatif Malaysia sebagai pelaku perkosaan itu. Media yang melansir berita itu antara lain Asian Sentinel dan Free Malaysia Today. Namun, Rais membantah keras tudingan itu.

Politisi senior yang pernah menjadi menteri pada sejumlah departemen itu kian di atas angin setelah mantan pembantunya, yang diduga korban perkosaan, membantah isu itu. Migrant Care pun tidak bisa berbuat banyak, dan menyatakan dokumen yang bocor itu adalah laporan investigasi yang bersifat internal sehingga tidak untuk dipublikasikan.

Tidak peduli

Mutalib sendiri mengaku tak peduli dengan gugatan Rais. Justru, menurut dia, beban kini ada di pundak Rais karena dia harus membuktikan kepada pengadilan dia tidak memperkosa Rb. Mutalib sendiri menyatakan hanya sebagai penyampai kabar.

“Saya hanya melaporkan apa yang dinyatakan oleh korban, dan keluarganya dan rakyat Malaysia yang menginginkan kebenaran. Apa Rais mau menembak pembawa berita?” tulis Mutalib dalam surel (email) yang dimuat di laman Sabahkini.net.

Mutalib juga menolak dakwaan Rais sebelumnya pihak oposisi sengaja mau menjatuhkan dirinya melalui artikel fitnah, karena dia tokoh senior partai yang berkuasa, UMNO.

Dia juga mengingatkan kelompok Solidariti Anak Muda Malaysia (SAMM) telah membuat laporan ke polisi pada 5 Januari 2011 di Kota Seremban, terkait dugaan perkosaan Rais atas mantan pembantunya. Laporan itu masih diselidiki polisi.

Bagi Mutalib, Rais dianggap “menteri yang cacat akal” karena menyalahgunakan kekuasaan dan jabatan untuk menyeret para blogger yang menjadi whistleblower atas kasusnya ke pengadilan. Padahal polisi belum menyelesaikan penyelidikan atas kasus itu. Maka, Mutalib mendesak hakim untuk tidak meladeni gugatan Rais.

Menariknya, “Mutalib akan menerbitkan sebuah buku mengenai skandal seks seorang menteri Kabinet Malaysia dan kini masih berada di luar negara [untuk] mengumpulkan bukti dan alibi sensasi,” tulis blogger bernama Sakuntala di laman Sabahkini.net. Namun, dia tak berani memastikan apakah buku disusun Mutalib itu terkait kasus Rais dan bekas pembantunya itu. (np)