Semburan Gas Panas Aneh di Wonosobo

Warga Dusun Madusari RT 02/09 Kelurahan Jaraksari, Wonosobo, digegerkan dengan penemuan semburan gas panas dengan asap putih keluar dari dalam tanah.

Pemerintah setempat juga mengimbau kepada warga yang bertempat tinggal di dekat penemuan semburan gas itu untuk menjauhi lokasi sementara ini. Hal ini dikarenakan pemerintah Provinsi Jawa Tengah tengah menurunkan tim untuk melakukan pemeriksaan di Dusun Madusari, Wonosobo itu.

Kepala Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Jawa tengah, Teguh Dwi Paryono membenarkan bahwa pihaknya telah menerjunkan tim untuk mengkaji kandungan gas tersebut.

Sebuah alat khusus juga dibawa serta oleh tim dari Kota Semarang. Diharapkan dengan alat khusus ini, tim bisa segera mengetahui kandungan gas yang tersemburkan keluar.

Meski demikian, karena uap gas belum diketahui jenisnya apakah berbahaya bagi manusia, untuk sementara warga diminta menjauhi titik penemuan gas itu.

“Penelitian akan difokuskan untuk mengetahui komposisi gas, apakah mengandung CO, H2S, atau kandungan lain agar diketahui berbahaya atau tidak. Selain itu tingkat tekanan gas juga akan diperiksa,” jelas Teguh, Rabu (27/4/2011).

Semburan gas panas di Dusun Madusari, menurut Teguh. diperkirakan jenis geothermal dan sangat berbeda dengan semburan lumpur Lapindo, Sidoarjo, Jawa Timur. Dusun Madusari memang merupakan kawasan vulkanik, namun tekanan dari dalam bumi sangat kecil sehingga kecil kemungkinan akan terjadi luapan lumpur panas seperti pada kasus lumpur Lapindo.

“Pengamatan sementara itu gas panas bumi, karena kalau hidro gas pasti akan lebih besar tekanannya,” terangnya.

Bila memang berbahaya maka pihak pemerintah akan segera mengambil langkah untuk mencegah terjadinya bencana. Jangan sampai tragedi gas beracun Sinila di Kawasan Dieng sekira 1979 terulang lagi.

Penemuan semburan gas panas di Dusun Madusari sendiri, terjadi saat seorang warga menggali tanah untuk memindahkan tiang listrik, padahal galian baru sedalam 50 sentimeter dengan lebar 40 sentimeter.