Mencuri Uang Bukan Anggota NII Halal Hukumnya

Hilangnya beberapa wanita muda akibat cuci otak dalam beberapa pekan terakhir ini, dilakukan oleh sempalan NII namun bermotif kriminal murni.

“Kalau saya melihat perjalanan NII ke belakang, memang hampir sama pola perekrutannya, di mana calon korban dibawa ke suatu tempat, lalu dibai’at oleh tim penjemput sebelum melakukan masa ta’aruf (pengenalan lebih dalam). Serta dilakukan dakwah secara intensif dan dinyatakan menjadi warga NII,” ujar mantan pengikut NII Adnan Fahrullah kepada wartawan di Bandung, Rabu (20/4/2011) malam.

Bedanya, saat ini motif dari pada pelaku untuk mencari keuntungan dengan cara menguras harta korbannya. “Motif mereka dengan melakukan penculikan, yakni kriminal murni demi kepentingan dan kelangsungan hidup mereka sendiri. Mengambil barang atau hak orang lain disahkan, karena mengambil barang atau sesuatu dari orang di luar NII itu halal,” teran Adnan.

Seperti yang ramai diberitakan, kata Adnan, para perekrut yang mengatasnamakan NII tersebut mencari sasarannya orang-orang dari kalangan berada.

“Mereka biasanya mengincar orang-orang kaya atau kalangan berada. Lalu mereka dekati dalam proses yang singkat dengan menyampaikan dakwah berdalil Al Quran dan hadits agar si korban percaya. Lalu para perekrut membawa korban ke suatu tempat dan dihipnotis,” terang mantan Kepala Pembinaan Komandemen wilayah (KW) 9 NII Jabar ini.

Karena itulah, Adnan menyimpulkan yang terjadi saat ini merupakan murni kriminal dari kelompok sempalan NII. Ia pun menilai apa dilakukan orang yang mengatasnamakan NII tersebut sangat merusak citra Islam.

“Kenapa merusak? Karena apa yang mereka lakukan tidak ada kaitannya dengan peneyebaran Islam, di mana mereka melakukan hipnotis dan mengambil barang-barang korban calon warga NII. Lalu mengosongkan ingatannya saat dikembalikan ke keluarganya,” ujar Adnan. [den]