Dukun Ponari Disunat / Khitan

Rumah dukun Ponari di Dusun Kedunglosari, Desa Balongasri, Kecamatan Megaluh, Jombang ramai dikunjungi warga. Jumlahnya mencapai ratusan orang.

Hanya saja, kedatangan mereka bukan untuk meminta celupan batu petir seperti tiga tahun lalu. Ratusan warga ini datang untuk menghadiri acara khitanan. Anak pasangan Komsin-Mukaromah ini nanti malam dikhitan.

Layaknya orang punya hajat, di depan rumah Ponari berdiri sebuah tenda berukuran besar lengkap dengan kursinya. Meja berhias kue hajatan juga berderet di antara kursi. Sedangkan Ponari, asyik duduk di atas kursi empuk dekat pintu rumah. Ia memakai baju warna putih yang dikombinasi dengan balutan sarung.

Mukaromah, ibunda Ponari mengatakan, anak semata wayangnya sudah lama minta dikhitan. Namun, baru malam nanti keinginan itu kesampaian. Dalam perayaan khitan tersebut, dukun cilik ini juga mengajukan sejumlah permintaan. Diantaranya, Ponari minta dihibur musik samroh dan juga pengajian.

“Untuk acara samroh dan pengajian, baru kita gelar besok malam. Pembicara pengajian kita datangkan seorang kiai dari Sidoarjo. Seluruh warga desa kita undang untuk hadir. Teman-teman wartawan juga hadir ya,” kata Mukaromah, di sela-sela menerima tamu, Selasa (26/4/2011) petang.

Lantas dimana batu petir Ponari? Mukaromah mengatakan, batu berbentuk pipih itu masih ada. Namun disimpan di kamar. Pasalnya, selama bocah kelas V SDN Balongsari menjalani khitan, ia libur mengobati. “Semoga semua lancar. Keinginan Ponari untuk khitan bisa terlaksana,” pungkasnya. [beritajatim.com]