Ciri-ciri Pelaku Cuci Otak NII (Gadungan & Sempalan)

Masyarakat diminta mewaspadai maraknya aksi pencucian otak terhadap sejumlah orang, melalui cara konvensional pola guna mengajak mereka menjadi anggota baru NII.

Mantan kepala pembinaan Komandemen Wilayah (KW) 9 Adnan Fahrullah mengatakan, biasanya pola pencucian otak dilakukan dengan cara masuk ke kehidupan masyarakat pada umumnya.

“Biasanya sangat terlihat pola-pola orang yang perlu dicurigai dalam melakukan aksi perekrutan untuk NII, biasanya masuk ke semua situasi kehidupan masyarakat. Baik dilakukan oleh NII gadungan ataupun NII sempalan,” ujar Adnan, Kamis (21/4/2011).

Adnan pernah melakukan pencucian otak kepada ribuan korban anggota NII sejak 1994 hingga 2004 lalu. Ia menjelaskan, pelaku pencucian otak biasanya datang dan berkenalan ke rumah-rumah ataupun ke sejumlah organisasi kemahasiswaan serta organisasi kemasyarakatan.

Berikut ciri-ciri orang yang melakukan perekrutan NII gadungan atau sempalan:

1. Perekrut NII Gadungan selalu berkelompok dan dilakukan oleh kaum laki-laki. Sedangkan NII Sempalan menggunakan wanita sebagai tim perekrut.
2. Pencuci otak selalu memberikan alamat palsu (fiktif) pada setiap pertemuan dengan calon korban gadungan atau sempalan sama.
3. Identitas diri tidak lengkap
4. Selalu punya nama berbeda di tiap tempat (nick name)
5. Untuk NII Gadungan selalu melakukan dakwah di tempat tertentu dalam masa pengenalannya
6. Untuk NII sempalan tempat tidak ditentukan secara khusus
7. Pembicaraan dengan calon korban mengafirkan orang lain karena tidak paham NII, sedangkan sempalan hanya dengan kata-kata yang bersifat reaktif dalam penegakkan Islam diungkapkan kepada korban
8. Melakukan kegiatan secara sembunyi-sembunyi (gadungan)
9. Melakukan kegiatan terbuka (sempalan)

Dari beberapa ciri-ciri di atas, keduanya memiliki perbedaan tujuan. NII gadungan bertujuan merekrut korban menjadi anggota, sedangkan NII sempalan mempunyai tujuan merampok harta benda korbannya.

“Kegiatan-kegiatan yang diuraikan di atas tersebut, hingga kini masih banyak terjadi di sekitar lingkungan kita, sehingga perlu diwaspadai,” kata Adnan.