Berita Perang Suku di NTT

Ilustrasi pembunuhan Bentrok antar suku di Manggarai, Nusa Tenggara Timur kembali terjadi. Dua suku yang tinggal sekampung di Hero Koe Desa Ruang Kecamatan Satar Mese Barat terlibat baku bunuh di lokasi pemakaman umum Langke Norang, Rabu, 13 April 2011. Tiga orang dikabarkan tewas di tempat, sementara delapan lainnya dilarikan ke rumah sakit karena menderita luka bacok parah.

Korban tewas berasal dari Kampung Hero Koe, Desa Ruang, Kecamatan Satar Mese Barat. Kondisi tubuh korban tewas mengenaskan karena penuh dengan luka bacok. Mereka adalah Mathias Jemila (72 tahun), kepala suku Hero Koe; Petrus Jemali (35 tahun), anak Mathia Jemila; serta Geradus Gabut (65 tahun), satu-satunya korban tewas dari suku Ruang.

Polisi yang datang ke lokasi langsung melakukan olah tempat kejadian perkara. Sejumlah parang dan tombak ditemukan. Kondisi tubuh para korban yang sudah tak utuh lagi membuat polisi bekerja keras mencari bagian-bagian tubuh yang berserakan, seperti sejumlah jari tangan dan bagian kepala yang pecah, serta otak yang berserakan di tanah.

Ketiga jenazah lalu disemayamkan di halaman kampung Hero Koe. Tangis histeris keluarga pecah saat melihat anggota keluarga mereka sudah tak bernyawa dengan tubuh penuh luka bacok.

Peristiwa berdarah itu pecah lantaran hal sepele: satu suku menggelar upacara adat di lokasi pemakaman umum tanpa melibatkan suku yang lain.

Suku Ruang yang tinggal sekampung dengan suku Hero Koe merasa tersinggung karena suku Hero Koe menggelar acara secara sepihak. Suku Ruang yang kalap, di bawah pimpinan Sius Step dibantu tujuh rekannya, langsung menyerang suku Hero Koe saat upacara adat berlangsung pada Rabu siang itu.

Suku Hero Koe yang tidak menyangka bakal diserang, terpaksa melawan dengan peralatan seadanya. Saling bacok pun tak terhindarkan.

“Kami hanya bermodalkan parang kerja, terpaksa melawan orang suku Ruang yang datang dengan senjata tajam lengkap, mulai dari parang hingga tombak. Saya dua kali dibacok dari belakang. Beruntung saya masih hidup,” kata Vitalis Nahason di kampung Hero Koe, sebelum dibawa ke rumah sakit.

Kasat Reskrim Polres Manggarai AKP Trianus Oepoli mengatakan polisi masih menyelidiki kasus ini, termasuk mencari dan menangkap pelaku pembacokan, atau yang menggerakkan dan memimpin penyerangan itu. “Kami segera tangkap siapa saja yang terlibat dalam peristiwa berdarah ini,” kata Oepoli, Kamis, 14 April 2011.

Dari delapan korban yang terluka parah, dua kini dalam keadaan kritis karena luka menganga di kepala. Enam lainnya menderita luka bacok parah di punggung dan tangan. Delapan yang menderita luka bacok semuanya berasal dari pihak Hero Koe.

Seluruh biaya perawatan para korban yang dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah Ruteng, ditanggung Pemda Manggarai. Untuk korban meninggal, pemerintah daerah menyumbang tiga peti jenazah serta menanggung biaya perkabungan dan pemakaman.

Hingga Rabu malam, suasana di Kampung Hero Koe masih mencekam. Untuk menghindari bentrok susulan, puluhan polisi masih bersiaga dengan senjata lengkap. (Laporan: Jo Kenaru, kontributor antv Manggarai, NTT | kd)