Bencana Tanah Bergerak di Banjarnegara

Sebanyak 23 rumah di Desa Kalitlaga, Kecamatan Pagentan, Kabupaten Banjarnegara rusak berat akibat tanah bergerak menyusul turunnya hujan deras selama beberapa hari terakhir.

“Kemungkinan rumah rusak masih akan bertambah, jika turun hujan lagi. Sebab, tanah di sini sangat labil dan mudah bergerak kalau terlalu banyak air. Tanah masih terus bergerak,” kata Sekdes Kalitlaga, Suprapto, Sabtu (9/4/2011).

Sebagian besar dari 23 rumah itu bergeser antara 5-15 meter dari tempat semula. Tanah bergerak ke arah jurang yang terletak beberapa ratus meter dari pemukiman tersebut.

Para warga mengatakan, gejala pergerakan tanah mulai dirasakan warga Kamis siang (7/4/2011) setelah hujan terus-menerus sejak hari sebelumnya. “Sambungan kayu bangunan rumah dan dinding papan sebentar-sebentar berbunyi, seiring pergerakan tanah,” tutur Marjadi (50), salah satu warga.

Jumat siang, rumah milik lelaki itu bergeser terbawa gerakan tanah dan baru berhenti pada jarak 6 meter dari tempat semula. Posisi rumah condong dan nyaris ambruk. Sedangkan kondisi lantai, retak-retak. Ia kemudian mengosongkan rumah itu dan membawa istrinya mengungsi ke rumah warga lain.

Menurut Sekdes Kalitlaga Suprapto, ke-23 rumah harus direlokasi ke tempat lain. Sebab, peristiwa seperti itu dipastikan akan terulang, akibat tanah labil. “Namun pemerintah desa masih bingung menanganinya,” katanya sambil menambahkan, kejadian itu sudah dilaporkan ke kecamatan.