Igor, Ayah Derby Romero Meninggal

Derby Romero (Fakhmi K/detikhot) Kabar duka datang dari pesinetron juga penyanyi Derby Romero. Ayahanda Derby, Igor Marhaposan Nainggolan menghembuskan nafas terakhirnya pada Sabtu (26/3/2011) pukul 19.05 WIB.

Beberapa saat sebelum sang ayah berpulang di usianya yang ke-45 tahun, pria tersebut sempat menemani putranya latihan di studio. Namun selepas dari studio, ayah Derby berangkat ke klinik dengan alasan sesak nafas. Ternyata pria tersebut mengalami serangan jantung.

Ditemui di kedimanannya, Jl Tanama Mas 2Am Pulo Mas, Jakarta Timur, Minggu (27/3/2011) duka masih menyelimuti Derby. Mantan pacar Dinda Kanya Dewi itu pun bercerita tentang ayahnya seraya sesekali menangis tersedu.

Terakhir ketemu bagaimana?

Awalnya yang sempet ketemu itu anak-anak reunian angkatan bokap, nggak tahu tumben banget ke studio hari Sabtu. Jarang-jarang ke studio di Kemang hari Sabtu. Sendiri bokap ke sana ngecek-cek alat baru. Tiba-tiba di studio dia asma dan bokap nyetir sendiri ke klinik terdekat, masih sempat parkir rapih karena bokap nggak mau merepotkan orang, terus langsung masuk ke dalam klinik.

Sesampainya di klinik seperti apa?

Sampai klinik bokap di suntik adrenalin dan ampul juga. Tapi nggak ketolong.

Memangnya bokap sakit apa?

Ya serangan jantung tapi bokap bilang ke nyokap itu sakit asma. Ya bokap baru setahun terakhir kena serangan jantung ini. Bokap selalu siapin oksigen buat asma dan itu ada gue simpen alatnya.

Ada obrolan terakhir?

Sabtu pagi gue pamit kerja. Malam sebelumnya sempat ketemu di studio dan gue memang sering ke studio bokap di Kemang.

Saat kejadian kamu ada di mana?

Gue baru selesai dubbing buat film animasi baru. Terus gue pergi cari makan ke daerah Bunderan HI. Pas lagi makan dapat telepon dari nyokap. Saat nyokap telepon itu sudah nangis-nangis, katanya bokap sesak napas.

Ada cita-cita kalian yang belum terpenuhi, menyesal?

Menyesal sih banyak, kalau ingat-ingat semua tapi sekarang gw mau bersenanglah buat dia, bokap kan dah enak ga mikirin sakit, udah ga ada pusing, ribet-ribet…udah yongky brader

Dapat firasat sebelumnya?

Filling sih nggak tapi emang sudah mempersiapkan diri. Gue bisa jadi bokap, paling nggak bisa seperti dia bahkan lebih dari dia. Ngikutin jejak dialah. Ya sebenarnya pas jalan ke klinik itu feeling bokap udah nggak ada. Aneh aja buat gue. Banyak yang bilang wah itu firasat. Gue nggak percaya sama hal seperti itu, tapi itu kejadian sama gue. Oh ternyata seperti itu kalau kita tuh deket banget sama orang.

Sosok ayah di mata Derby?

Yang pasti gue dah nggak ada lawan ceng-cenganlah (ledek-ledekan). Yang paling berasa tadi pagi. Pas gue bangun biasanya ngobrol di meja makan sebelum berangkat kerja sambil ketawa-tawa. Kalau malam sebelum tidur bokap suka masuk kamar tiba-tiba dan bokap itu lucu banget orangnya di kamar aja tuh ceng-cengan. Yang paling berasa nanti, gw sih dah bisa ngebayangin pas di studio nanti pasti ngebayangin bokap.

Mimpi kalian yang belum kesampaian? Duet mungkin?

Ya paling cuma projek-projek yang lagi jalan aja. Yang pasti gue mau ke Jepang sama bokap karena bokap alumni sana. Itu mimpi gue. Ya banyak lah kalau ditanyain soal mimpi. Ya gue sama bokap sudah seperti sahabat tapi dia memang sosok papa yang hebat. (detikcom)