Perlunya Pacaran Sebelum Menikah di Islam

Topik: Perlukah pacaran sebelum menikah di dalam Islam???
Dalam Islam, tidak dikenal istilah pacaran. Yang ada istilah ta’aruf (perkenalan), khitbah (melamar), dan nikah itu sendiri.

Bagi orang2 yang memegang prinsip ini, ketika dia merasa siap utk berumahtangga, bagi para pria, mereka akan menentukan pilihannya. And, even, sang pria hanya mengenal wanitanya lewat foto. Sang wanita pun demikian.

Tapi, seiring berkembangnya western lifestyle, dimana pacaran dijadikan satu gerbang lagi menuju pernikahan yg sakral, yang terjadi di kalangan muda-mudi saat ini adalah, justru dalam berpacaran itu dianggap seperti pernikahan. Entah prianya yg posesif atau wanitanya. Sehingga, yang maksud awalnya pacaran itu utk saling mengenal, telah berubah fungsi menjadi sarana saling memiliki sebelum waktunya. Banyak terjadi penyimpangan akibat salah kaprah ini. Misalnya, seks pranikah, kehamilan di luar nikah, aborsi, dll. Dari sekian akibat prinsip saling atur dan memiliki dalam pacaran itu, PARA WANITA yang sangat dirugikan. Namun, yang membuat saya heran, mengapa pacaran, free sex, aborsi, atau apalah namanya menjadi semacam trend bagi muda-mudi di kota besar atau kota manapun di negeri ini.

Dengan realita miris seperti ini, saya tak heran kalau pernikahan di kalangan penganut pergaulan bebas, telah kehilangan kesakralannya. Pernikahan bukan lagi menjadi pilihan hati, tetapi lebih ditujukan utk melegalkan status pacaran, tuntutan orangtua yang risau melihat anaknya terlalu lama pacaran, atau utk mempertanggungjawabkan perbuatan dosa, zina diluar nikah.

Fenomena apa ini???Padahal pernikahan itu ibadah, dari hati……Bukan karena tuntutan umur, desakan orangtua, atau karena terlanjur berbuat dosa. Kita bisa bercermin dari kakek-nenek kita zaman doeloe, yang kita anggap kuno dan ketinggalan zaman itu. Mereka tak tahu apa itu pacaran, tapi bisa bertahan dalam pernikahan sampai berpuluh-puluh tahun lamanya, bahkan sampai ajal menjemput. Tidakkah kita ingin pernikahan yang seperti ini???

Nah, sekarang juga, saya ingin bertanya pada kita semua. Pertama, apakah Anda penganut paham modern yg mengagung-agungkan kebebasan? Atau Anda ingin berpikir dan mau melihat pernyataan saya diatas sebagai suatu cara utk mengembalikan kesakralan pernikahan seperti yg kita inginkan?

JIKA ANDA INGIN MENIKAH, LAKUKAN DENGAN CARA ISLAM, YANG BENAR2 ISLAMI, BUKAN DENGAN BUDAYA WESTERNISASI YANG LEBIH BANYAK MENDATANGKAN MUDHARAT BAGI KAUM WANITA.
Cemburu itu tanda cinta. Tapi, yang berhak Anda cemburui adalah suami/istri Anda, bukan pacar Anda, Kenapa???Karena ISLAM tak mengenal pacaran dan karena alasan itulah, pacaran bukan merupakan suatu status yang harus dijaga dgn posesif dan kebiasaan sok mengatur pasangan.
Sekarang, terserah Anda memnilih yang mana. Tapi pesan saya khusus bagi teman2 muslimah, jika Anda tahu arti pentingnya kesucuan dan kehormatan diri Anda dalam pandangan ISLAM, maka pikirkanlah kata-kata saya ini.

Bagaimana menurut Anda sekalian???
Wassalam.

Repost: http://www.facebook.com/topic.php?uid=488263840170&topic=14599